F-a-t-a-m-o-r-g-a-n-a

Kesedihan itu sungguh menghimpitku..

Bertubi tubi menelak dadaku…

Sampai aku tak sanggup untuk bernafas..

 

Wajahmu selalu terbayang…

Kelebatan dirimu selalu terlintas diujung mataku…

Semua yang kau lakukan tak bisa kulupakan walau sedetikpun…

Dalam setiap apapun yang kulakukan, engkau selalu ada…

Dalam ruang mimpiku pun, engkau disana…

Di setiap tempat yang pernah kita lalui, engkaupun tetap ada…

 

Sesaat tiba tiba hembusan angin keras itu menerjang wajahku..

Menyentakan lamunanku…
Membuyarkan anganku…
Membangunkan mimpiku…

Untuk seketika waktu aku tersadar…

Bahwa semuanya itu hanyalah Fatamorgana……

 

Dan saat sang angin sepoi sepoi kembali membelai rambutku….

Kembali aku tertidur…

Kembali aku di buai mimpi indah itu…

Kembali aku terlena…

Oleh kenangan indah bersamamu..
Yang tak sanggup aku lupakan…
Dan tak akan pernah sanggup untuk aku lupakan…

 

Wahai sang angin keras…

Janganlah menerjang wajahku terlampau keras…

Sehingga aku kehilangan semuanya lagi…

Dan akhirnya….

Yang ku temui kembali hanyalah…

Si Fatamorgana lagi…..

 

** Medio Tanjung priok, di akhir januari tragis yang membuat hari hariku kelabu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: